DEWI WAHYU NINGSIH

Berpacu menjadi yang terbaik

Museum Ullen Sentalu Jogjakarta

diposting oleh dewi-w-n-fisip11 pada 30 May 2014
di Tugas - 0 komentar

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Karakteristik Museum Ullen Sentalu

2.1.1 Sejarah Singkat Museum Ullen Sentalu

            Museum Ullen Sentalu mulai dirintis pada tahun 1994 dan diresmikan pada tanggal 1 Maret 1997, yang merupakan tanggal bersejarah bagi kota Yogyakarta. Peresmian museum dilakukan oleh KGPAA Paku Alam VIII, Gubernur DIY pada waktu itu. Secara kepemilikan, museum swasta ini diprakarsai keluarga Haryono dari Yogyakarta dan berada di bawah payung Yayasan Ulating Blencong dengan penasehat antara lain: I.S.K.S. Paku Buwono XII, KGPAA Paku Alam VIII, GBPH Poeger, GRAy Siti Nurul Kusumawardhani, Ibu Hartini Soekarno, serta KP. dr. Samuel Wedyadiningrat, Sp.(B). K.(Onk).

  Secara filosofis, nama Kaswargan dipilih karena terletak di ketinggian lereng Gunung Merapi, di mana kultur masyarakat Jawa menganggap Gunung Merapi sebagai tempat sakral. Taman Kaswargan berada dalam suatu “historical district”, yaitu kawasan bersejarah seperti Pesanggrahan Ngeksigondo dan Wisma Kaliurang. Pesanggrahan Ngeksigondo dibangun atas perintah Sultan Hamengku Buwono VII sebagai tempat peristirahatan keluarga Kasultanan Ngayogyakarta, sedang Wisma Kaliurang pernah digunakan untuk perundingan Komisi Tiga Negara, yaitu Amerika, Australia, dan Belgia pada masa revolusi kemerdekaan negara RI. Kaliurang merupakan kawasan wisata gunung dengan jarak 25 km dari pusat kota Yogyakarta, sehingga merupakan tujuan wisata yang sangat menarik dan potensial. Selain itu, terletak pada jalur wisata strategis yang menghubungkan obyek wisata Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

            Penetapan nama “Ullen Sentalu” merupakan singkatan dari bahasa Jawa yakni, “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita.

Dalam perkembangannya, Museum Ullen Sentalu berpijak pada paradigma baru yang cenderung memaknai warisan budaya berupa kisah atau peristiwa yang bersifat tak benda (intangible heritage). Paradigma baru yang dimiliki museum Ullen Sentalu inilah yang membedakan dengan museum pada umumnya. Kecenderungan ini berawal dari suatu kondisi dimana Dinasti Mataram Islam cenderung menghasilkan budaya yang sifatnya intangible dibanding warisan budaya tangible yang lebih pada kebendaan. Padahal intangible heritage yang mencakup semua ekspresi, pengetahuan, representasi, praktek, ketrampilan yang dikenali sebagai bagian warisan budaya lebih rentan untuk pudar dan punah, apalagi dengan perkembangan arus globalisasi yang semakin tak terelakkan.

Berbagai hal yang unik diaplikasikan di museum ini untuk membuatnya menjadi museum yang menarik, bukan museum yang membosankan. Contohnya, koleksi-koleksi museum ini tidak diberi label. Jadi, museum ini mengandalkan tour guide untuk menjelaskan segala sesuatu yang ada disana. Tentunya, mendengarkan penjelasan dari seorang tour guide saat mengunjungi sebuah museum jauh lebih menarik daripada sekedar melihat-lihat berbagai benda koleksi museum yang diberi label.

     Berpijak dari kondisi tersebut, maka Museum Ullen Sentalu berupaya mengembangkan paradigma baru sebagai suatu terobosan yaitu dengan pemilihan lokasi yang berada di daerah pegunungan (resort), dan bukan di downtown; tidak menempati bangunan cagar budaya, tapi bangunan baru pada landscape kosong; dikelola sebagai private corporation dan bukan state institution; bersifat eclectic (carefully selected) collection dan tidak mengandalkan jumlah koleksi massive; lebih banyak memaknai warisan budaya berupa kisah atau peristiwa yang bersifat tak benda (intangible heritage) dan tidak selalu mengandalkan warisan budaya kebendaan (tangible heritage); tidak semua koleksi terdiri dari artefak dan benda memorabilia tetapi sebagian terdiri dari ambiance kebudayaan materi masa kini; tidak menggunakan label pada koleksi yang dipamerkan tetapi mengandalkan tour guide; berifat movement dan bukan monument; sebagai a-muse-ment dan bukan muse-um dan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi living museum dan bukan “dead” museum.

        Salah satu upaya Museum Ullen Sentalu dalam memvisualisasikan berbagai warisan intangible dari Dinasti Mataram adalah dengan memanfaatkan media interpretasi dalam bentuk Conceptual and Imaginary Narrative Paintings.       

 

2.1.2Visi dan Misi

Visi Museum Ullen Sentalu adalah “Sebagai Jendela Peradaban Seni dan Budaya Jawa”. Di dalam Visi tersebut terkandung cita-cita yang ingin diwujudkan Museum Ullen Sentalu di masa depan melalui koleksi serta layanan yang dimiliki Museum Ullen Sentalu dapat dijadikan sebagai tempat belajar untuk mengetahui seni dan budaya Jawa serta sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat. 

        Untuk mewujudkan visi tersebut Museum Ullen Sentalu menetapkan misi sebagi berikut :

1. Mengumpulkan warisan seni dan budaya Jawa untuk dikoleki

2. Mengkomunikasikannya kepada masyarakat luas agar mengetahui ada warisan seni dan budaya Jawa

3. Melestarikan warisan  seni dan budaya Jawa yang terancam pudar guna menumbuhkan kebanggaan masyarakat pada kekayaan budaya Jawa sebagai jati diri bangsa.

 

2.2 Tugas dan Fungsi

      Museum Ullen Sentalu merupakan sebuah museum swasta yang diprakarsai keluarga Haryono dari Yogyakarta dan berada di bawah payung Yayasan Ulating Blencong. Museum Ullen Sentalu memiliki tugas pokok yang disingkat menjadi 5M yakni mengumpulkan, merawat, meneliti, mengkomunikasikan, memamerkan hasil budaya manusia dan lingkungannya untuk kepentingan studi, pendidikan, dan rekreasi.

      Untuk melaksanakan tugas tersebut Museum Ullen Sentalu memiliki fungsi sebagai berikut :

1. Pusat dokumentasi dan penelitian ilmiah

2. Pusat penyaluran ilmu untuk umum

3. Pusat penikmatan karya seni

4. Pusat perkenalan kebudayaan antar daerah dan antar bangsa

5. Objek wisata

6. Media pembinaan pendidikan kesenian dan ilmu pengetahuan

7. Suaka alam dan suaka budaya

8. Cermin sejarah manusia, alam, dan kebudayaan

 

2.3  Jenis Informasi dan Koleksi yang Disediakan

2.3.1 Jenis Informasi

       Informasi yang disampaikan oleh Museum Ullen Sentalu merupakan pengetahuan dari koleksi yang dihimpun berupa keanekaragaman budaya dan periodisasi budaya tersebut yang tercermin dari benda-benda serta foto atau lukisan peninggalan pada masa tersebut. Museum ini juga memberikan informasi tentang  tokoh raja-raja (Sultan) di keraton Yogyakarta beserta permaisurinya dengan berbagai macam pakaian yang dikenakan sehari-harinya. Selain itu, Museum Ullen Sentalu juga menceritakan sejarah mengenai Yogyakarta dengan Solo. Pengunjung juga mengetahui mengenai sejarah antara Paku Alam dan Sri Sultan Hamengkubuwono.

Di Museum Ullen Sentalu, dapat diketahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik yang memiliki arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya. Ada juga berbagai sejarah mengenai keadaan budaya Jawa kuno dengan segala aturannya. Keadaan museum yang dibangun dengan baik, mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan.

Untuk menyampaikan informasi tentang keberadaan Museum Ullen Sentalu sendiri, pihak pengelola museum menggunakan beberapa media sosial sebagai partner dalam menyebarluarkan informasi diantaranya blog resmi Museum http://www.ullensentalu.com/ , facebook https://www.facebook.com/pages/Museum-Ullen-Sentalu/198331340195115, twitter  https://twitter.com/ullensentalu . Admin akan selalu mengupdate informasi berkaitan dengan Museum dan segala kegiatan maupun agenda yang akan maupun yang sudah dilakukan oleh Museum Ullen Sentalu.


2.3.2 Koleksi

      Museum ini cenderung menyimpan koleksi seni dan budaya Jawa yang cukup lengkap.  Museum Ullen Sentalu berbeda dari museum-museum lain yang ada di Yogyakarta. Museum yang terletak di kawasan Kaliurang ini memiliki keunikan baik dari segi arsitektur bangunan maupun dari koleksi yang ada di dalamnya. Perpaduan konsep arsitektur gothic ala Eropa pada bangunannya, dipadukan dengan koleksi peninggalan dari Dinasti Mataram yang memiliki nuansa budaya Jawa yang kental pasti membuat decak kagum bagi siapa saja yang datang mengunjungi Museum Ullen Sentalu ini. Memasuki pintu masuk museum, kita serasa diajak untuk merasakan salah satu scene adegan dalam film The Chronicles of Narnia, di mana kita akan merasakan adegan seolah-olah masuk ke dalam sebuah almari kayu, kemudian keluar di dalam sebuah hutan yang sangat lebat dan terasa cukup lembab.

        Koleksi yang ada di Museum Ullen Sentalu ini terletak pada tiap-tiap ruangan yang ada disana. Hingga saat ini Museum Ullen Sentalu sudah memiliki beberapa ruang, yaitu Ruang Selamat Datang, Ruang Seni Tari dan Gamelan, Guwa sela Giri, 5 ruang di Kampung Kambang, Koridor Retja Landa, serta Ruang Budaya.

 

  • Ruang Selamat Datang

Selain sebagai “Ruang Penyambutan tamu/pengunjung museum”, di bagian ruang ini juga terdapat banner latar belakang pendirian museum Ullen Sentalu serta arca Dewi Sri, simbol kesuburan.

  • Ruang Seni Tari dan Gamelan

Ruang ini memamerkan seperangkat gamelan yang merupakan hibah dari salah seorang pangeran Kasultanan Yogyakarta dan pernah dipergunakan dalam pertunjukkan wayang orang dan pagelaran tari di kraton Yogyakarta. Selain itu, di ruang ini juga terdapat beberapa lukisan tari.

  • Guwa Sela Giri

Suatu ruang pamer yang dibangun di bawah tanah, karena menyesuaikan dengan kontur tanah yang tidak rata. Ruang ini berupa lorong panjang yang  merupakan perpaduan Sumur Gumuling Taman Sari dan gaya Gothic. Arsitektur Guwa Sela Giri didominasi dengan penggunaan material bangunan dari batu Merapi. Ruang ini memamerkan karya-karya lukis dokumentasi dari tokoh-tokoh yang mewakili figur 4 kraton Dinasti Mataram. Melalui karya-karya lukis dokumentasi para tokoh yang dikemas dalam karya fine arts serta didukung kelengkapan data sejarah yang berkaitan, maka suatu interaksi antara karya seni, pengungkapan data-data seni budaya dan sejarah dari suatu peradaban yang intangible dapat terkomunikasikan secara kaya dan bebas.

  • Kampung Kambang

Merupakan areal yang berdiri di atas kolam air dengan bangunan berupa ruang- ruang di atasnya. Konsep areal ini diambil dari konsep Bale Kambang dan konsep Labirin. Kampung Kambang terdiri dari lima ruang pamer museum, yaitu: Ruang Syair untuk Tineke, Royal Room Ratoe Mas, Ruang Batik Vorstendlanden, Ruang Batik Pesisiran, dan Ruang Putri Dambaan.

  • Bilik Syair Tineke

Ruang yang menampilkan syair-syair yang diambil dari buku kecil GRAj Koes Sapariyam (putri Sunan PB XI, Surakarta) dan ditemukan di suatu ruang di dalam Kaputren Kasunanan Surakarta. Syair-syair itu ditulis dari tahun 1939-1947, oleh para kerabat dan teman-teman GRAj Koes Sapariyam yang akrab dipanggil Tineke sebagai puisi-puisi kenangan. Melalui syair-syair tersebut terungkap kemampuan intelektual dalam seni sastra para putri di balik tembok kraton.

  • Royal Room Ratu Mas

Suatu ruang yang khusus dipersembahkan bagi Ratu Mas, permaisuri Sunan Paku Buwana X. Di ruang ini dipamerkan lukisan Ratu Mas, foto-foto beliau bersama Sunan serta putrinya, serta pernak-pernik kelengkapan beliau, seperti topi, kain batik, dodot pengantin, dodot putri, asesori, dll.

  • Ruang Batik Vorstendlanden Surakarta dan Yogyakarta

Dua ruangan ini menampilkan koleksi batik dari era Sultan HB VII - Sultan HB VIII dari Kraton Yogyakarta serta Sunan PB X hingga Sunan PB XII dari Surakarta. Melalui koleksi tersebut terlihat suatu proses seni dan daya kreasi masyarakat Jawa dalam menuangkan filosofi yang dianutnya melalui corak motif batik. Perpaduan keindahan seni batik dan makna-makna filosofis yang dikandungnya menguak suatu warisan budaya intangible yang sangat kaya.

  • Ruang Putri Dambaan

Ruang ini dikatakan sebagai album hidup GRAy Siti Nurul Kusumawardhani, putri tunggal Mangkunegara VII dengan permaisuri GKR Timur. Menampilkan dokumentasi foto pribadi dari masa kanak-kanak hingga pernikahannya (1921-1951). Melalui foto- foto tersebut tersaji muatan budaya yang bersifat intangible, seperti: ritual-ritual tahapan kehidupan seorang putri kraton beserta segala pernak-perniknya yang merupakan kekayaan warisan budaya Jawa. Ruang ini sangat istimewa karena terasa kedekatannya dengan Sang Tokoh, yang meresmikan sendiri Ruang Putri Dambaan tersebut pada ulang tahun ke-81 pada tahun 2002. Seperti ada ikatan batin antara tokoh dan Ruang Putri Dambaan karena album perjalanan hidup putri Mangkunegaran ini dititipkan secara pribadi dalam ruang tersebut di Museum Ullen Sentalu.

  • Koridor Retja Landa

Ini adalah museum luar ruangan yang memamerkan arca dewa-dewi Hindu dan Buddha dari abad ke-8 masehi.

  • Sasana Sekar Bawana

Di ruang ini dipamerkan beberapa lukisan raja Mataram, lukisan tari sakral Bedhaya Ketawang, serta lukisan dan patung dengan tata rias pengantin gaya Yogyakarta. Pengunjung bisa beristirahat dan mencerna segala informasi yang diberikan pemandu dari awal. Sementara itu, pemandu akan menyuguhkan sebuah minuman spesial yaitu Ratu Mas. Minuman dengan resep rahasia dari 7 bahan alami ini dipercaya bisa memberi kesehatan dan awet muda.

2.4 Layanan dan Fasilitas yang Disediakan

    Musuem Ullen Sentalu terletak di Selain menyediakan beberapa ruang untuk mempertunjukkan koleksi-koleksinya, Museum Ullen Sentalu juga memiliki beberapa layanan yang disediakan untuk memuaskan hati para pengunjungnya. Layanan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

  •   Tour Guide

Di Museum Ullen Sentalu tidak menggunakan label pada koleksi yang dipamerkan tetapi mengandalkan tour guide. Akan terasa tidak membosankan karena adanya seorang guide yang interaktif menjelaskan setiap display dari koleksi yang dipamerkan.

  •  Taman

Selain bangunan fisik, areal Taman Kaswargan didominasi oleh hutan alami dan bagian-bagian taman yang menonjolkan atmosfer pegunungan. Pada bagian-bagian tertentu terdapat patung-patung yang menjadi museum outdoor.

  • Restauran

Beukenhof Restaurant dirancang dan dibangun di Taman Kaswargan sebagai obyek wisata budaya dan alam tak terelakkan harus dilengkapi dengan sarana pendukung lain, seperti restaurant. Restaurant Beukenhof diambil dari bahasa Belanda yang berarti bangunan yang dikelilingi pohon-pohon, seperti yang dapat pengunjung nikmati di restaurant dengan bangunan yang dirancang bergaya arsitektur kolonial .

  • Toko Souvenir

Toko souvenir didirikan sebagai pendukung dalam unsur pariwisata kawasan Taman Kaswargan.

 

2.5 Lokasi Museum

            Museum ini beralamat di Jl.Boyong Taman Wisata Kaliurang. Koordinat GPS : -7◦ 36’ 4.83” + 110◦ 25’ 33.15”. Jarak museum ini dari kota Yogyakarta sekitar 25 km, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30-45 menit. Museum Ullen Sentalu  tidak memanfaatkan gedung yang merupakan cagar budaya. Museum ini menempati sebuah gedung baru yang sengaja dibangun pada sebuah lahan kosong. Selain itu, museum ini juga tidak memanfaatkan gedung yang merupakan cagar budaya. Museum ini menempati sebuah gedung baru yang sengaja dibangun pada sebuah lahan kosong. Museum Ullen Sentalu Terletak di kawasan wisata Kaliurang tepatnya di dalam Taman Kaswargan dengan luas tanah 11.990 m2.

 

2.6 Jam Buka Layanan       

Museum Ullen Sentalu terletak di Jl Boyong Kaliurang, Sleman Yogyakarta. Museum Ullen Sentalu memberlakukan jam buka layanan setiap : 

Selasa – Minggu : 08.30 – 16.00

Setiap hari senin Museum Ullen Sentalu tutup

Kunjungan terakhir 30 menit sebelum museum tutup

Museum Ullen Sentalu juga memberlakukan tiket masuk ke museum dengan rincian sebagai berikut  :

Pengunjung Internasional ( dewasa ) : Rp 50.000

Pengunjung Internasional ( anak – anak 5 – 16 tahun ) : Rp 30.000

Pengunjung lokal  ( dewasa, kartu KITAS ) : Rp 30.000

Pengunjung lokal ( anak – anak 5 – 16 tahun ) : Rp 15.000

  • Disarankan untuk membawa payung ketika akan mengunjungi Museum Ullen Sentalu.

2.7 Pendanaan

      Museum yang dikelola swasta seringkali terbentur pendanaan. Tidak adanya sumber dan rutin membuat pengelola museum swasta harus kreatif mengandalkan usaha sendiri.

     Untuk masalah pendanaan bagi kelangsungan hidup Museum Ullen Sentalu tidak mendapatkan bantuan dana langsung dari pemerintahan, dikarenakan Museum Ullen Sentalu ini merupakan museum swasta bukan museum negeri. Museum Ullen Sentalu merupakan sebuah museum swasta yang diprakarsai keluarga Haryono dari Yogyakarta dan berada di bawah payung Yayasan Ulating Blencong. Hal ini sudah jelas bahwa untuk masalah pendanaan Museum Ullen Sentalu mendapatkan dana dari pemiliknya sendiri yang berada di bawah Yayasan Ulating Blencong.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Ullen_Sentalu  ( Diakses pada tangga 31 Maret 2014 pukul 09:01 ).

http://travel.detik.com/read/2013/09/17/145000/2069641/1025/3/ke-museum-ullen-sentalu-pasti-ingin-kembali#menu_stop ( Diakses pada tanggal 31 Maret 2014 pukul 09:09 ).

http://www.panduanwisatajogja.com/melihat-uniknya-museum-ullen-sentalu/ ( Diakses pada tanggal 31 Maret 2014 pukul 09.25 ).

http://www.indonesia.travel/id/destination/550/museum-ullen-sentalu-yogyakarta ( Diakses pada tanggal 31 Maret 2014 pukul 09.34 ).

http://www.tripadvisor.co.id/Attraction_Review-g294230-d1738026-Reviews-Ullen_Sentalu-Yogyakarta_Java.html ( Diakses pada tanggal 31 Maret 2014 pukul 09.40 ).

http://www.ullensentalu.com/beukenhof.php ( Diakses pada tanggal 1 Maret 2014 pukul 10:44 ).

http://kukuhprakoso.wordpress.com/2013/12/08/ullen-sentalu-museum-yogyakarta/ ( Diakses pada tanggal 1 Maret 2014 pukul 10:54 ).

https://www.facebook.com/pages/Museum-Ullen-Sentalu/198331340195115 ( Diakses pada tanggal 1 April  2014 pukul 11:00).

http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/08/kecintaan-pada-museum-ullen-sentalu ( Diakses pada tanggal 1 April 2014 pukul 11:02).

https://twitter.com/ullensentalu ( Diakses pada tanggal 1 April 2014 pukul 11:07).

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :